Tuesday, December 13, 2011

sepi mimpi ...

Kali ini terjawab sepi mimpi kemarin ...
kali ini hilang sudah dengkur lembut di telinga saat kantuk mendera ...


bayanganmu yg kujumpa dalam mimpi lalu, kini nyata ada di dekapan ...
bersama waktu yang melaju kencang ...

kumenekuri segala salah yang pernah ada ... dalam titian rasa sayangku padamu ...


bara amarah itu kini telah redup menjelma menjadi kecupan manis ...

aku seakan tak ingin lepaskan dekapan ... diantara tetes rintik hujan ditepi danau sepi ...

tatap mata ini lekat dengan tatapmu ... masih seperti duluuuuu sekali ....

masih seperti saat kita menyimpan rasa indah ini didalam ruang waktu ...


aku tak berani berucap ... saat tatap mata kita bercengkrama tentang masa indah ... masa yang memabukan ... masa miliku dan milikmu ... yang tak terusik gelombang badai kehidupan ...


aku hanya mampu berkata dalam hati ...
akan kusimpan saat ini ditempat yang paling dalam ... di hatiku ...


For some 1

Wednesday, December 7, 2011

Eyes Witnes 3

Jul 17, 2009 ... "It was very loud, it was like thunder, it was rather continuous, and then followed by the second explosion," said Vidi Tanza, who works near the ...
tvnz.co.nz/world.../world-condemns-indonesia-bombings-2851201

eyes witnes July 17, 2009

2009年7月17日 ... "It was very loud, it was like thunder, it was rather continuous, and then followed by the second explosion," said Vidi Tanza, who works near the...
beiryu2.exblog.jp/9995182/

eyes witnes July 17, 2009

Jul 17, 2009 ... "It was very loud, it was like thunder, it was rather continuous, and then followed by the second explosion," said Vidi Tanza, who works near the ...
www.reuters.com/.../us-indonesia-explosions-idUSTRE56G0EX20090717

Saturday, April 30, 2011

Dalam diam ...


Lama dalam pelukan sepi ...
Lama menghitung sang waktu pergi ...
Tercekat kata yang hendak terucap lugas ...

Memaki dalam hati ...
Tentang rasa sepi dan tak pasti ...
hati terus meratap ...


seiring renggangnya genggaman ...
menepis dekapan pelukan ...
mencari jawaban dalam pekatnya bimbang ...


Namun semua telah terlahap sepi yang tak mau pergi...




*For some 1 

H.I.L.A.N.G


Bagai butir debu yang tertiup bayu ...
Ringan terbang ikut aliran ...
Tanpa beban ...


Bagai kertas layang ...
Yang terangkat tinggi ...
Bermain dipelukan arak awan ...


Sementara semua berjalan pelan namun pasti ...
Seperti ... embun dijemput sang pagiiiii ....

bila saat tiba ...

Dan bila sang waktu ...
datang ...
untuk membuat semua diam ...
akan segala keinginan ...
yang telah dihentikan ...


jadi tak sanggup ...
berucap ...
bagai tercekat ...

Walau semua diajukan alibi ...
walau beribu keinginan disatukan ...


Angkuh dan kukuh ...
itulah sang waktu ...

yang akan merenggut semua khayal yang sempat kita jalani ...

medio April 2011